Melati yang mekar kembali

Posted On Januari 3, 2010

Disimpan dalam Cerpen
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

Keringatku bercucuran dari keningku, tubuhku mencoba untuk melawan terik matahari. dengan dahaga yang terus kutahan hingga terdengar bunyi adzan, tak terasa menjadi kuli pasar tidak mudah ketika datang hari puasa namun sudah biasa bagiku bekerja dengan berpuasa karena untuk mencari berkah yang lebih di hari yang suci ini.

“  Man..Parman… siang-siang kok puasa.kita itu kuli jadi tidak puasa juga nggak ada yang marahi…!” kata Manto sambil menepuk pundakku.

“iya..betul itu..mendingan kita ngopi di warung mbak tuti..enak kan..ayo..?!” ajak tarmin.

“iya memang enak ngopi di mbak tuti tapi saya kapan-kapan saja min,lagi puasa.” Kataku dengan menyuruh mereka pergi duluan.

Kemudian mereka berdua pergi meninggalkan ku, aku pun berjalan menghampiri sebuah kursi kayu panjang dan duduk sambil menyeka keringatku. Dan aku membanyangkan sedang apakah melati kecilku,apakah puasanya lancar,anak satu-satu dari pernikahanku dengan lastri.aku tersenyum sendiri dan ingin cepat pulang.namun truk-truk pengangkut padi pun datang dan saatnya aku mulai kembali  bekerja lagi mengangkat padi berkarung-karung satu demi satu dengan punggungku yang sudah semakin rapuh. (Baca Terusannya)

SPECIAL ( PESAN DARI, DAN UNTUK LEADER)

Posted On Januari 3, 2010

Disimpan dalam Special
Tag: ,

Comments Dropped one response

Oleh : Hariyati Sekar S. / XII IA 3

Kedigdayaan Bukanlah Daya Terbesar

Lelah mencari-cari kata yang pantas untuk mengakhiri semua

Lelah jua menjadi seorang wanita yang adidaya

Biar puas hanya menelan asinnya peluh sendiri

Bahwa tanggung jawab tak berakhir di dunia,

Melainkan jua di akhirat

Apa yang dapat ku jawab

Jika Munkar atau Nakir bertanya,

“Apa yang telah kau lakukan ?”

Akhirnya aku menjawab,

“Saat itu aku masih belajar”

Ini semua parsembahan bagi manusia

Yang lelah selama berbulan ini

Menjaga amanah semua

Dan berkorban banyak dalam kepemimpinannya

Leader-leader digdaya Smasa

Yang tengah menikmati masa tenangnya

Sahabat ku….. (Baca Terusannya)

BOM BUNUH DIRI, JIHAD KAH??

Posted On Januari 3, 2010

Disimpan dalam Bening
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

Assalamu’alaikum.wr, wb sobat art?! Kaifa haluka? Semoga Allah SWT. Selalu memberikan kesehatan pada sobat art semua(baik jasmani maupun rohani lho),AMIIN…

Dalam kesempatan ini,kami ingin berbagi wawasan kepada sobat art mengenai jihad dalam islam.

Menurt syariat islam,jihad artinya adalah berjuang dengan sungguh-sungguh.Dan jihad dilaksanakan untuk menjalankan msi utama manusia yaitu menegakkan Din Allah dan menjaganya agar tetap tegak.Yang cara-caraya sesuai dalam Al-qr’an dan Hadits. (Baca Terusannya)

MEMULAI DARI HAL SEDERHANA, …

Posted On November 30, 2009

Disimpan dalam tips
Tag:

Comments Dropped 3 responses

Ao…..sobat Art. Tahun ajaran baru udah berjalan beberapa bulan nih, pasti banyak rencana dan cita-cita yang pengen kamu raih sepanjang tahun ini. Pastinya nggak bakal berjalan lancar-lancar aja, selalu ada halangan. Sebesar apa rintangan yang akan menghadang? Kita nggak pernah tahu sebelumnya, yang penting semua rencana di tahun ajaran nie bisa terlaksana. Banyaknya rintangan, banyak cara pula untuk mengatasinya, asal kamu mau meluangkan setiap waktu untuk minimal satu perubahan. Sebab, rencana-rencana baik dari kita kadang harus terhalang oleh kebiasaan buruk. Percaya…kalau kamu mau berubah, hmm…kesempaan emas bakal ada buat kamu. Bingung dari mana harus melakukan perubahan? Coba deh baca beberapa tips sederhana nie!

(Baca Terusannya)

MEMBANGUN RASA NASIONALISME GENERASI MUDA MELALUI SASTRA

Posted On November 30, 2009

Disimpan dalam varian
Tag:

Comments Dropped one response

Semenjak awal peradaban manusia di Indonesia meyakini bahwa tiap-tiap warganya memiliki rasa nasionalisme. Rasa nasionalisme bisa tumbuh mendampingi watak masing-masing individunya menuju ke arah positif. Rasa nasionalisme itu sendiri mengingatkan kepada kita akan suatu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara dengan mewujudkan suatu konsep identitas diri. Dimana identitas diri itu merupakan sebuah alat untuk menunjukkan rasa cinta tanah air. Perwujudan secara nyata berupa mampu terikatnya jiwa warga negara untuk mempertahankan wilayah negerinya. Wilayah yang telah dikenal karena dari tempat itulah mampu memberikan penghidupan dan penafkahan. (Baca Terusannya)

Jim dan Shin

Posted On November 30, 2009

Disimpan dalam Cerpen
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

”Ya Abi, ya Umi…

Demi Tuhan yang Shin sembah

Sumpah demi-Nya ana tidak pernah ambil harta dan tahta

Bukan cinta ana berharap itu semua

Jikalau ada harta yang di anggap pernah ana curi

Akan ana kembalikan demi kehormatan Abi dan Umi

Jika Jim yang ana curi

Akan ana kembalikan sebagai keikhlasan dan sempurnanya ibadah

Bahkan harga diri yang ana pinjam dari keluarga Rasyid

Akan ana kembalikan

Ya abi, ya Umi…

Ana tak berharap harta dan tahta

Yang tak dapat membawa kita ke surga

Innallaha ahkamil hakimin…..”

Pintu gerbang masih tertutup. Rumah dengan identitas nomor 43 Blok D bertuliskan nama pemiliknya “Abdul Al-Rasyid” daerah perumahan elit “View Paradise” itu sepi.Jalanan aspal depan selebar 4 meter masih basah oleh air hujan yang turun semalam. Pagar yang mengelilingi rumah menjulang tinggi mencakar langit terlihat megah bertapa diam penuh misteri.

Dari rumah yang sedari tadi tertutup rapat, tiba-tiba muncullah seorang laki-laki berkulit putih bersih, rambut di potong tipis rapi, mengenakan celana panjang potongan sebatas mata kaki, berbaju motif kotak-kotak hitam. Lelaki itu keluar sambil menenteng sapu lidi dan pengki. Tampak bukan seorang pemilik rumah. Setelah keluar lewat pintu samping, ia lebih dulu menengok kanan-kiri melihat keadaan. Lantas ia menguap lebar-lebar menarik apa yang ada di hadapnya, gerakannya khas seperti orang yang baru bangun tidur. Dengan wajah malas lelaki itu mulai menyapu halaman yang kira-kira seluas halaman Monas.

“Srok…srok…srok…srok…”, bunyi sapu khas itu terus terdengar sampai pukul 6 lewat 50 menit.

Kemudian ia berlari beberapa meter menuju pintu gerbang untuk membukanya. Dengan seluruh sisa tenaga yang ia miliki, ia mendorong pagar besi ‘prestise’ setinggi 3 meter yang beratnya minta ampun itu kearah kanan. Batinnya, “Ya Allah, manusia yang lebih berat dosa saja kalau di angkat tidak seberat ini, ini pagar tanpa dosa di dorong beratnya kayak dua truk tronton”. (Baca Terusannya)

KARENA EMBUN SANGGAR SASTRA TETAP SEMANGAT

Posted On November 30, 2009

Disimpan dalam LIPUTAN
Tag: ,

Comments Dropped 2 responses

SANGGAR SASTRA !!!!

Filosofi to universe…….

EMBUN !!!

Be a GREAT team,,

 

Semangat pagi embun!! Ini lho mau mereplay kegiatan teman – teman team Embun yang baru punya acara, mereka habis ngadain pameran lukisan, launching buku, drama and lomba musikalisasi puisi. Yang diadakan di gedung PKK pada tanggal 10 – 11 Agustus kemaren.. seru banget lho kegiatannya! Selain kegiatannya yang seru para team embun juga kompak membuat acara itu menjadi semeriah mungkin agar nempel kayak perangko dihati para penonton dan penikmatnya. coalnya acara itu nggak Cuma untuk anak sanggar sastra atau smasa aja tapi juga dibuka untuk umum. (Baca Terusannya)

Halaman Berikutnya »