SPECIAL ( PESAN DARI, DAN UNTUK LEADER)
03 Jan 2010 2 Komentar
in Special Tag:anggota Artesis, persembahan terakhir
Oleh : Hariyati Sekar S. / XII IA 3
Kedigdayaan Bukanlah Daya Terbesar
Lelah mencari-cari kata yang pantas untuk mengakhiri semua
Lelah jua menjadi seorang wanita yang adidaya
Biar puas hanya menelan asinnya peluh sendiri
Bahwa tanggung jawab tak berakhir di dunia,
Melainkan jua di akhirat
Apa yang dapat ku jawab
Jika Munkar atau Nakir bertanya,
“Apa yang telah kau lakukan ?”
Akhirnya aku menjawab,
“Saat itu aku masih belajar”
Ini semua parsembahan bagi manusia
Yang lelah selama berbulan ini
Menjaga amanah semua
Dan berkorban banyak dalam kepemimpinannya
Leader-leader digdaya Smasa
Yang tengah menikmati masa tenangnya
Sahabat ku…..
Adalah wajar jika para muda kini tengah mempersiapkan program apa yang akan di canangkan dalam kepemimpinannya. Kami ucapkan selamat bagi adik-adik kelas XI yang terpilih menjadi leader baru organisasi di Smasa kita tercinta ini. Kami semua percaya bahwa kalian adalah orang-orang yang terpilih, mumpuni, dan lebih baik tentunya dari pada kakak-kakak kalian. Atas dasar kepercayaan itulah, regenerasi terjadi dan kami semua setujui sebagai sebuah proses seleksi alam yang kami percaya “yang muda yang berbicara”.
Banyak hal yang menjadi pertimbangan pula ketika kami berada pada posisi kalian. Pertanggung jawaban kami tak hanya sekedar LPJ yang telah di tanda tangani dan di sahkan, melainkan pula pertanggung jawaban moral terhadap berjalannya masa kepemimpinan kami.Mungkin di anggap tak seberapa hal yang telah kami lakukan, tapi semoga itu dapat menjadi kajian bagi kalian, bahan bakar semangat kalian dalam memutarkan roda kepemimpinan. Leader adalah juga manusia yang bisa khilaf setiap saat. Besarnya beban pertanggung jawaban itulah yang harusnya kalian, para leader baru, pikirkan secara matang dan jangan sampai ada penyesalan di ujung masa kalian.
Dulu, kami orang-orang yang memegang masa kepemimpinan itu, berjuang agar segala sesuatu yang mampu membuat Smasa bangga, akan kami lakukan. Kami kebalkan tubuh, membentuk imunitas yang tinggi agar tahan terhadap cibiran, tahan uji dalam berbagai medan. Kami sadar bahwasanya kami bukanlah seorang super yang mampu mengatasi semuanya. Hanya saja kami berpikir bahwasanya kami punya daya dan upaya. Untuk memperjuangkan apa yang telah di amanahkan. Dalam keseluruhan waktu menjalankan amanah, tentu lelah kami rasakan. Namun kadang kami berpikir itu tak seberapa di banding hukum yang harus kami terima jika nanti kami di mintai pertanggung jawaban.
Lelah itu kami rasakan indah ketika kita semua bersatu, tumplek bleg dalam satu ikatan persatuan, senasib sepenanggungan dalam organisasi. Sayap kami satu, tak ada kanan, tak ada kiri, jika satu patah maka patahlah sudah, biar kami benahi sendiri semua dengan daya dan upaya kami lagi. Leader adalah otak dari segala hal, meski lelah kadang kami, para leader rasakan, hal itu berbuah senyum ketika teringat betapa jalan sunyi itu sama-sama pula di lewati. Tangis kadang parnah di rasa sulit, tapi jalan yang pasti ada akhirnya ini, telah berakhir. Semoga kalian, para leader baru, tahu.
Ketika kami mendapatkan penyematan itu, selain tanggung jawab yang kami emban, kami masih punya banyak hal yang turut pula menjadi identitas kami. Maka adalah sebuah embel-embel, becik kethithik ala ketara, hal itu yang selama ini menjadi pertimbangan kami semua. Bahwasanya hal yang kita lakukan akan jadi bahan evaluasi bagi para mata yang senantiasa pro maupun kontra dengan diri pribadi para leader. Bila kita melakukan sebuah kebaikan, itu merupakan hal yang biasa, hal lumrah yang menjadi tanggung jawab, lain halnya jika suatu saat para leader salah dalam mengambil tindakan, maka kesalahan dan kejelekan itu akan terlihat jelas dan menjadi aib yang luar biasa bagi track record kepemimpinan. Belajar dari hal itu semua, wahai pemimpin muda, yang kini dan sampai suatu saat nanti memegang tampuk kepemimpinan para leader terdahulu, senantiasa lakukanlah hal yang terbaik, agar masalah tak berujung pada penjatuhan mental kalian semua.
Dengan datangnya kalian untuk menggantikan kami, besar pula harapan terselip untuk kalian ketika tampuk jabatan itu kami serahkan. Meski haru kembali kami rasakan seperti saat kami di lantik dahulu, itulah rasa haru wujud harapan tersirat kami kepada kalian. Semoga kalian mengerti. Bahwasanya apa yang pernah kami rasakan, cepat atau lambat akan kalian rasakan pula. Jangan pernah teteskan air mata, kecuali kalian merasa Allah di samping kalian. Untuk menunjukkan bahwasanya hidup harus selalu semangat, do’a dan ikhtiar, ma’anajah adik-adikku semua. Tersenyumlah sebagai wujud semangatmu. Segala sesuatunya akan terasa berlangsung singkat. Mengertilah bahwa bumi ini semakin tua, berotasi dengan ajeg untuk menunjukkan bahwa bumi makin berumur, dan ijinkan kami yang tua ini merasakan masa tenang kami setelah kami merasakan apa-apa yang akan kalian rasakan nanti di tengah perjalanan kepemimpinan kalian, para leader baru.
Untuk para leader lama, yang berlalu biarlah berlalu. Pertanggung jawaban kita selesai di sini, namun semoga kita bisa dengan baik menyelesaikan urusan kita pada suatu saat kelak ketika kita di mintai lagi pertanggung jawaban itu. Semangat untuk hari depan, biarkan yang muda yang meneruskan urusan kita. Persembahan bagi kita adalah kebahagiaan bersama-sama dalam organisasi. Selamat menikmati hari-hari tenang kita sebagai tua yang membimbing seorang muda.
Para leader baru, ingatlah ketika kelak kau mengalami masa-masa sulit, itu hanya sebagian peraturan alam yang harus kalian taati. Jangan pernah bersedih, apa yang harus kalian lakukan adalah kalian sendiri yang mengetahui. Kalian manusia punya daya, punya upaya, syukurilah anugerah tersempurna itu, di banding makhluk Allah yang lain. Bahwa leader memiliki kedigdayaan, tapi itu bukanlah yang mengatur segalanya, ingatlah bahwa takdir tetap mampu menciptakan atau menggagalkan rencana kalian.
Khusus untuk Pimred Artesis yang terpilih, saya pribadi mengucapkan selamat berjuang, kalian pasti bisa membawa Artesis di puncak kejayaan. Teruskan cita-cita dan misi pendahulu kalian. Create New Creatifity!!!
Ingatlah Allah senantiasa bersama kalian memberi petunjuk kepada kalian. Kuatkan iman kalian, kuatkan mental kalian, kami yang sekarang bukan siapa-siapa ini yakin bahwa kalianlah yang mampu dan yang terbaik. Semangat kalian lebih dari kebahagiaan kami memiliki kalian semua. Tancapkan cakar kalian kuat-kuat, galang persatuan erat-erat, jangan sampai kalian tercerai berai. Teruskan perjuangan kami, para leader lama pamit pada kalian, membawa senyum kebanggaan akan kekuatan kalian, membawa ketenangan kami, jangan patah arang, rawe-rawe rantas, malang-malang putung. Selamat datang, selamat magang, selamat berjuang, semangat dan tetap tegaplah.
1:19 AM
18/5/09
Jan 04, 2010 @ 20:29:03
Ehm2..
Jan 06, 2010 @ 13:05:21
art bukanlah sekedar organisasi, tapi di situ kalian akan menemukan sesuatu yang tak akan didapatkan dalam organisasi yang lain…
terus berjuang untuk adik2q, terus berkarya, dan buat kreatifitas baru untuk artesismu…
aku titipkan artesis ini kepadamu, para penerusku, para seperjuanganku….
aq yakin, artesis di tanganmu akan menjadi lebih baik dibanding ketika masih di tangan kami…
kalian adalah orang2 terPILIH!
untuk memegang amanah ini…!
kami percaya padamu bahwasannya engkaulah yang pantas dan yang sanggup untuk meneruskan tongkat estafet ini….
kami tunggu karyamu di art edisi2 selanjutnya….